Kamis, 22 Desember 2011

Penataan Ulang

Baca: Mazmur 55:1-9

Ada kalanya komputer saya menjadi lambat. Seringnya pemakaian suatu program dan dokumen tertentu menyebabkan berbagai informasi yang ada terserak di sana-sini sehingga komputer saya harus terlebih dulu mencari bagian-bagian tersebut sebelum saya dapat mengakses informasi yang saya inginkan. Untuk memperbaikinya, saya harus menjalankan sebuah program yang akan mengumpulkan kembali bagian-bagian itu dan mengelompokkannya sehingga mudah untuk diakses. Program ini disebut defragmentasi (penataan ulang).

Seperti komputer saya, berbagai bagian dari hidup saya juga bisa terserak di sana-sini. Satu keadaan bisa memicu emosi saya ketika saya sedang mencoba berkonsentrasi pada hal lainnya. Tuntutan-tuntutan dari berbagai pihak membombardir saya. Saya ingin menyelesaikan apa yang harus dituntaskan, tetapi pikiran saya tidak mau berhenti dan tubuh saya tidak mau bergerak. Saya pun cepat merasa lelah dan tidak berguna.

Baru-baru ini saya mengikuti suatu retret dan salah satu materinya mencantumkan doa yang kata-katanya menggambarkan perasaan saya: “Tuhan, aku terserak, gelisah, dan tak bisa memusatkan perhatian.”

Raja Daud juga pernah melewati masa-masa seperti itu (Mzm. 55:3). Dalam doa, Daud menyampaikan semua kebutuhannya kepada Allah di waktu pagi, tengah hari, dan petang dengan keyakinan bahwa ia akan didengar (ay.18).


Doa dapat menolong untuk menata ulang hidup kita. Ketika kita menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada Tuhan, Dia akan menunjukkan kepada kita apa yang perlu kita lakukan dan apa yang hanya dapat dilakukan oleh-Nya.

Kita paling membutuhkan doa, justru ketika kita hanya punya sedikit waktu untuk berdoa.

Rabu, 23 November 2011

penolakan

Kolose 3:13 “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”
Rasanya sulit jika Anda ditolak, terutama bila yang menolak adalah seseorang yang Anda cintai. Mungkin salah satu dari anak-anak Anda, pasangan Anda, atau teman dekat.
Tetapi Alkitab mengatakan Anda perlu mengampuni orang itu karena Allah sudah lebih dulu mengampuni Anda.
Kunci untuk mampu mengampuni orang lain ada dalam ayat hari ini. Kuncinya adalah dengan mengingat apa yang Tuhan sudah lakukan bagi Anda. Bila Anda ingat apa yang Yesus Kristus lakukan untuk Anda, maka Anda memiliki kekuatan untuk memaafkan orang lain.
Jika Anda berpegang pada rasa sakit, maka itu hanya akan berakhir dengan menyakiti diri Anda sendiri. Bila Anda tidak mengampuni orang lain, Anda menciptakan kepahitan dan kemarahan dalam diri Anda. Ini akan menggerogoti Anda dari dalam dan menguras energi Anda, membuat Anda lelah sepanjang waktu. Setiap kali Anda mulai merasa kepahitan terhadap seseorang, ingatlah apa yang Yesus lalukan di kayu salib, bagaimana Dia mengasihi Anda dan Dia rela untuk memberikan nyawa-Nya sehingga dosa-dosa Anda dapat diampuni. Dia ditolak dan dihina saat Dia tergantung di sana, tapi Dia melihat semua orang dan berdoa, “Bapa, ampunilah mereka. Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan” (Lukas 23:34)
Dalam kelemahlembutan dan kerendahan hati yang lengkap, Yesus memberikan nyawa-Nya karena Dia mencintai Anda. Dia tidak memikirkan diri-Nya sendiri, Dia sedang memikirkan Anda. Petrus berkata, “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.” (1 Petrus 2:23)
Definisi pengampunan ditemukan dalam dua kata dalam ayat itu: “menyerahkannya kepada Dia.” Anda membiarkan Tuhan bekerja dan membuat hal-hal menjadi benar. Pengampunan bukan tentang mempercayai orang itu lagi atau melupakan segala sesuatu yang terjadi. Ini tentang menempatkan situasi di tangan Tuhan, bukan mencari kesempatan untuk balas dendam atau menyimpan dendam. Dalam kelemahlembutan dan kerendahan hati yang lengkap, Yesus memberikan nyawa-Nya karena Dia mencintai Anda.
Dia tidak memikirkan diri-Nya sendiri, Dia sedang memikirkan Anda. Petrus berkata, “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.” (1 Petrus 2:23)

Minggu, 20 November 2011

Siapa dan Bagaimana?

“Engkau adalah Mesias!” —Markus 8:29

Ketika membaca Injil, saya melihat diri saya dalam diri para murid Yesus. Seperti saya, mereka sepertinya lambat memahami ajaran yang diberikan. Yesus terus mengatakan hal-hal seperti, “Apakah kalian belum juga mengerti?” dan “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya?” (baca Mar. 7:18). Namun akhirnya, Petrus “memahami-nya”, setidaknya satu bagian dari ajaran-Nya. Ketika Yesus bertanya, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Lalu jawab Petrus, “Engkau adalah Mesias!” (8:29).

Petrus benar tentang “siapa”-nya—Yesus— tetapi ia masih salah tentang “bagaimana”-nya. Ketika Yesus memprediksikan kematian-Nya, Petrus menegur-Nya. Yesus justru memarahi Petrus, “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (ay.33).

Petrus masih berpikir dengan cara-cara manusiawi tentang pendirian kerajaan-kerajaan. Seorang pemimpin akan menggulingkan pemimpin yang lain dan menegakkan pemerintahan baru. Ia mengharapkan Yesus melakukan hal yang sama. Namun, kerajaan Kristus datang dengan cara yang baru—melalui pelayanan dan pengorbanan hidup-Nya.

Metode yang digunakan Allah di masa kini belum berubah. Ketika suara Setan menggoda kita untuk meraih kekuasaan, suara Yesus memberitahu kita bahwa orang yang lemah lembut akan memiliki bumi (Mat. 5:5). Untuk menjadi warga kerajaan Allah, kita harus mengikuti teladan Yesus, yang mengesampingkan ambisi-ambisi egois, melayani orang lain, dan menyerukan supaya orang-orang bertobat atas dosa-dosa mereka. 



Kita berkata kita mencintai kemanusiaan,
Tetapi bisakah kita benar-benar menyatakan
Kesiapan untuk berkorban

Bagi mereka dalam nama Yesus? 

Orang Kristen adalah duta besar yang berbicara atas nama Raja dari segala raja.

Jumat, 04 November 2011

Sabar

"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota." (Amsal 16:32) 


Untuk menjadi sabar bukan lah hal yang mudah. karna pada dasarnya setiap kita adalah tidak sabar. Tapi kenapa alkitab mengajarkan kita untuk bersabar. Karna dengan kesabaran kita  akan dapat mengatasi segala masalah dengan jernih. Sering kali kita mengambil keputusan yang terlalu cepat tanpa minta petunjuk dari Tuhan yang akhirnya kita menyesal di kemudian hari.


Kesabaran sangatlah penting di dalam berkeluarga, pekerjaan, atau apapun yang kita lakukan. Untuk dapat bersabar adalah sangat penting kita mengingat firman Tuhan 1 Tesalonika 5:18. Yaitu mengenai mengucap syukur dalam segala hal. Kunci untuk kita dapat sabar adalah mengucap syukur akan segala yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita. Percaya bahwa rancangan Tuhan adalah yang terbaik.


Doa: Terima kasih Tuhan atas rencana dan rancanganMu dalam hidup kami. ajar setiap kami untuk dapat sabar didalam menghadapi segala hal.

Selasa, 01 November 2011

Sacrifice

Ibrani 11:4

Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik (a more excellent sacrifice) dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

‘Pengorbanan’ adalah salah satu thema utama dalam Alkitab. Kurang lebih 1.100 kali Alkitab berbicara tentang ‘persembahan’ atau ‘pengorbanan.’ Berkorban artinya mau memberikan sesuatu yang berharga atau penting untuk melayani tujuan yang lebih besar. Ibrani 11 adalah pasal tentang iman. Dan dalam pasal iman ini maka yang dibahas pertama adalah tentang persembahan. Iman adalah pengorbanan.

Kata “kasih” muncul pertama kali dalam Alkitab adalah dalam Kejadian 22:2. Dan itu berkenaan dengan pengorbanan. Kasih adalah pengorbanan. Tidak ada kasih sejati tanpa pengorbanan! 

Kejadian 22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Abraham rela mempersembahkan apa yang dia kasihi kepada Tuhan karena dia percaya bahwa kalau Tuhan bisa membuat mujizat bagi dia di masa lalu maka Tuhan juga bisa mengulangi mujizat tsb di masa yang akan datang.

1 Tawarikh 21:24

Tetapi berkatalah raja Daud kepada Ornan: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dengan harga penuh, sebab aku tidak mau mengambil milikmu untuk TUHAN dan tidak mau mempersembahkan korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa.

Daud adalah orang yang dekat dengan hati-Nya Tuhan. Dia tahu prinsip Tuhan bawa penyembahan adalah pengorbanan. Daud beberapa kali memberikan persembahan dalam jumlah besar a.l. 100.000 talenta emas (1 Taw. 22:14) dan 3.000 talenta emas (1 Taw. 29:4). Mudah bagi Daud untuk memberikan persembahan dalam jumlah besar kepada Tuhan karena dia menyadari bahwa dia hanyalah penyalur dari berkat yang Tuhan percayakan kepadanya (1 Taw.29:16).

Abraham ditantang untuk memberi di Gunung Moria. Daud membangun rumah Tuhan di Gunung Moria. Seribu tahun kemudian puncak Gunung Moria memiliki nama yang kita kenal sebagai Calvary!

Yesus, sebagai manusia, juga bergumul waktu Dia ditantang untuk naik ke Calvary. 3 kali Dia berseru, “Seandainya mungkin biarlah cawan ini lalu daripada-Ku..” Tetapi akhirnya Yesus berkorban, Ia yang tidak berdosa mati bagi kita supaya kita bisa dibenarkan di dalam Dia. Keselamatan adalah pengorbanan. Tanpa darah Yesus yang tercurah maka tidak ada pengampunan dosa.

Ibrani 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah

Yesus pergi ke Moria, tempat visi, memiliki visi tentang orang-orang yang akan diselamatkan maka Dia rela berkorban. Kalau kita tidak hanya selalu melihat perpuluhan, persembahan, dana pembangunan kita tetapi visi tentang apa yang bisa dikerjakan lewat persembahan kita, maka kita akan melakukan perkara-perkara besar bagi Tuhan!

Kamis, 27 Oktober 2011

Gajah Besar dan Seutas Tali

Seorang pria melewati kumpulan gajah, dia tiba-tiba berhenti dan bingung oleh fakta bahwa makhluk-makhluk besar hanya diikat dengan sebuah tali kecil pada kaki depan mereka. Bukan sebuah rantai atau kandang besar. Sudah jelas bahwa gajah-gajah ini bisa kapan saja melepaskan diri dari ikatan mereka, tetapi untuk beberapa alasan mereka tidak melakukan itu. .

Pria tadi melihat seorang pelatih di dekatnya dan bertanya mengapa hewan-hewan ini hanya berdiri di sana dan tidak berusaha untuk menjauh. "Yah," kata pelatih, "ketika mereka sangat muda dan tubuhnya tidak sebesar sekarang, kami menggunakan tali ukuran yang sama untuk mengikat mereka. Pada usia itu, tali itu cukup untuk menahan tubuh mereka. Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka dikondisikan untuk percaya bahwa mereka tidak dapat melepaskan diri. Mereka percaya tali masih bisa menahan mereka, sehingga mereka tidak pernah mencoba untuk membebaskan diri. "

Pria itu terkejut. Hewan ini bisa setiap saat membebaskan diri dari ikatan mereka tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, mereka terjebak tepat di tempat mereka.

Seperti gajah, berapa banyak dari kita menjalani kehidupan dengan suatu keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, hanya karena kita gagal sekali sebelumnya?

Kegagalan adalah bagian dari pembelajaran, kita seharusnya tidak pernah menyerah untuk berjuang dalam hidup.

Senin, 24 Oktober 2011

Kata Hati

Jika anda ingin tahu apa isi hati Anda, dengarkanlah mulut Anda.
Tidak ada orang mau mengaku sebagai orang munafik, tetapi sebagian besar kita menderita penyakit itu dari waktu ke waktu. Sering kita berpura-pura menjadi orang yang saleh, namun itu hanya penampilan luarnya saja. Jika melakukannya terlalu lam adan terlalu sering, maka kita mulai membodohi diri sendiri dengan mengira bahwa kita adalah orang yang saleh, padahal sesungguhnya tidak. Bagaimana kita bisa mengetahui apa sesungguhnya yang ada dalam hati kita?
Ada carauntuk menguji kondisi kesehatan rohani Anda, tetapi tidak dengan melihat hati. Itu terlalu subjektif. Jangan melihat hati anda sendiri, tetapi mulailah dengan menguji 10 inci ke sebelah atas hati Anda. Dengarkanlah kata-kata yang keluar dari mulut Anda. Jika yang Anda dengar adalah kebohongan, bersungut-sungut, menggerutu, kebohongan, gosip, kritik, atau kepahitan, maka Anda menderita masalah hati. Namun, jika kata-kata yang keluar dari mulut Anda adalah kebenaran, kebaikan hati, dukungan semangat, dengan demikian, artinya hati Anda berada dalam kondisi rohani yang baik. 

"Karena yangdiucapkan mulutnya, meluap dari hatinya." Lukas 6: 45

Minggu, 23 Oktober 2011

Iri Hati

Seorang anak kecil, penyemir sepatu sedang merenungi nasibnya di bawah sebuah pohon, di depan supermarket, dimana dia sering meminta sepatu tamu-tamu untukk disemirnya. Rupanya anak itu kecewa dengan keadaannya, dan itu menambah kesedihannya

Kemudian masuklah seorang kaya dengan mobil Mercedez-nya. Anak itu mengikuti terus gerak mobil orang kaya itu sambil berpikir, “Alangkah bahagianya jika aku yang ada didalam mobil itu, aku tidak akan menyemir sepatu lagi dan tentu pakaianku, makanku dan rumahku akan jauh lebih meyenangkan”.

Sopir sang kaya itu masuk ke supermarket, tetapi orang kaya itu tetap tinggal di dalam mobilnya. Tanpa sengaja, pandangan orang kaya dan anak kecil itu bertemu. Dalam hati si kaya berpikir “Alangkah bahagianya jika aku boleh bebas seperti anak itu”.

Tiba-tiba saja si kaya melambaikan tangan memanggil anak kecil yang tengah melamun itu. Setelah ia mendekat ke mobil itu, orang kaya itu bertanya, “Maukah kamu menggantikan saya duduk di dalam mobil ini dan saya akan menggantikanmu?”

Ditengah-tengah terkejutnya anak itu si kaya membuka pintu mobilnya dan ia tambah terkejut lagi ketika melihat bahwa si kaya itu tidak mempunyai kedua kaki.

Akhirnya anak itu lari sambil menjawab, “Tidak…tidak, saya tidak mau, saya mau seperti sekarang saja!”

Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. --- Yakobus 3:16

Tuhan Mengenalmu

Yeremia 1:5 “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”
 
Salah satu kebenaran besar yang dinyatakan dalam Kitab Suci adalah bahwa akhir ditentukan dari awal. Yang saya maksud dengan ini adalah Tuhan melihat akhir dari awalnya. Dia sudah memiliki rencana untuk Anda. Dia telah memikirkan semuanya untuk berhasil.
Mari kita lihat apa yang Allah katakan pada Yeremia dalam Yeremia 1:5 “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”
Sebelum Yeremia lahir, Tuhan telah merancang tujuan dan rencana untuk hidupnya, semua dipirkirkan oleh Allah. Kebenaran itu berlaku untuk Anda dan saya, dan kebenaran ini membantu saya untuk dapat beristirahat dengan nyenyak di malam hari.
Sungguh luar biasa bahwa saya tidak harus memikirkan semuanya sendiri, karena Tuhan terlebih dahulu sudah merencanakan hidup saya.  Kadang kita melihat melalui cermin yang suram. Tapi apakah Anda tahu, Allah melihat segalanya dengan sempurna.
Kebenaran yang sama dinyatakan dalam Efesus 1:4, “Sebab di dalam Dia Allah telah  memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.”
Tahukah Anda, bahwa Anda telah dipilih sebelum Tuhan meletakkan dasar bagi dunia ini? Allah sudah mengenal Anda sebelum Anda pernah ada. Dia tahu Anda sebelum dunia ini ada. Anda dipilih dalam Dia. Anda bukan kecelakaan. Allah mengenal Anda.
Sekali lagi, kebenaran ini ditegaskan dalam Efesus 2:10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Dia sudah memikirkan Anda terlebih dahulu sebelum dunia dijadikan. Sama seperti Allah mengenal Anda, jauh sebelum Anda ada di dunia, Dia sudah  menyiapkan pekerjaan baik secara khusus untuk Anda jalani dalam hidup Anda. Dia telah merencanakan  kehidupan Anda. Mengetahui kebenaran ini adalah sebuah sukacita yang besar!
Ingat, Sebelum dunia dijadikan,Anda sudah dipilih oleh Tuhan dan Dia sudah mempunyai
rencana untuk hidup Anda, suatu kebenaran yang luar biasa. God Bless You

Sabtu, 22 Oktober 2011

MARAH

Kemarahan adalah kekuatan yang begitu menghancurkan. Kemarahan mengambil alih pikiran kita dengan kekuatan yang besar. Saat seperti itu, sepertinya tidak dapat dikontrol. Dan kemarahan membuat Anda seolah-olah begitu buruk dan menyebabkan hancurnya sebuah hubungan, menghancurkan keluarga, menghancurkan karir yang kita bangun, dan dapat menghancurkan iman.

Kemarahan yang terus diumbar akan merusak, kemarahan yang terus disimpan akan meledak. Tapi kemarahan yang diatasi dengan baik, akan membuahkan hasil yang baik pula. Tentunya bukan hal yang mustahil untuk mengatasi kemarahan ini. Ada banyak penyebab kemarahan, tapi umumnya disebabkan oleh sesuatu yang sudah ada di dasar hati yang tidak sesuai dengan apa yang kita mau.

Biasanya, kemarahan ini langsung kepada orang yang membuat kita marah. Tapi terkadang, kita pun marah kepada Tuhan karena kita diberikan peristiwa yang tidak mengenakkan tersebut. Sama seperti istri Ayub, dia malah mengatakan kepada Ayub untuk mengutuki Tuhan lalu menyuruh suaminya mati saja. (Ayub 2:9). Sayangnya, setelah semua energi yang kita keluarkan untuk kemarahan, kemarahan tidak dapat membuat kita bertumbuh atau membuat anak kita menjadi taat, atau memperbaiki pernikahan yang sudah retak. Bahkan, kata Alkitab, “Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” Sungguh suatu hal yang sia-sia bukan?

Cara untuk mengubah hal itu adalah dengan menyerahkan kontrol hidup Anda kepada Tuhan. Rencana ini berjalan jika Anda mulai membangun hubungan dengan Tuhan. Tidak berarti Anda tidak akan marah lagi. Anda mungkin tetap mengalami kejadian yang dapat membuat Anda marah. Namun, atasi hal itu dari hari ke hari. Ketika hati mulai panas, cobalah tinggalkan sejenak masalah itu, datang pada Tuhan, curhat ke Tuhan lalu minta kedamaian datang.
Kemarahan tidak akan membawa keuntungan apa-apa. Kemarahan yang penuh emosi tidak akan membuat Anda puas, malah kemarahan akan membakar hati Anda. Jika sesuatu itu hal yang sia-sia, tidak ada gunanya untuk dilakukan bukan? Karena itu, meski terasa sakit, tapi teruslah berusaha mengatasi rasa marah dengan melekat pada-Nya.

Jumat, 21 Oktober 2011

KEMATIAN

Kematian bukanlah titik, tetapi koma.

Kebanyakan orang tidak suka dengan kata "kematian". Sehingga banyak istilah digunakan untuk menggantikannya, "meninggal dunia" atau "tutup usia". Kematian tidak disukai karena menganggap kematian adalah akhir dari segalanya. 
Kematian fisik hanyalah akhir dari kehidupan biologis kita, tetapi roh kita tetap hidup dan kekal. Bagi orang yang percaya pada Yesus Kristus, roh yang kekal itu memiliki tempat di sorga.

Untuk itu, bagi orang percaya tidak perlu takut pada kematian, karena kematian bukanlah akhir dari segalanya. Melainkan awal dari yang terbaik karena kita berkumpul selama-lamanya dengan Pemilik hidup kita.
Seperti kata Paulus: "Karena bagiku hidup  adalah Kristus dan mati  adalah keuntungan"( Filipi 1: 21). Marilah karunia hidup yang kita miliki dengan hidup makin serupa dengan kristus, dan menyadari bahwa kematian adalah koma.

"Maut telah ditelan dalam kemenangan. hai maut di manakah sengatmu?" 1 Korintus 15: 54-55

Minggu, 16 Oktober 2011

Berarti

Kehebatan anda tidak diukur dari jumlah pelayan anda, tetapi dari jumlah orang yang anda layani.

Setiap orang ingin agar hidupnya berguna, berarti dan membawa perubahan. Apakah yang harus dilakukan untuk menjadi berarti? Apakah kekayaan, ketenaran, kekuasaan atau kepintaran? Harus menjadi apa anda? atau apa yang dapat anda lakukan agar hidup anda menjadi benar-benar berarti?

Yang menentukan nilai sesungguhnya bukanlah kehebatan, atau ketenaran, atau pengaruh anda. Nilai yang sesungguhnya ada dalam pelayanan Yesus bagi anda dan pelayanan anda untuk melayani sesama anda. Yesus adalah orang paling berarti di dunia ini, karena Ia melayani anda hingga sampai mati di kayu salib untuk anda. Yesus adalah Anak Allah yang maha tinggi yang rela mengambil rupa seorang hamba, supaya anda diselamatkan dan berarti. 

Jika anda ingin hidup anda berarti, bukalah hati anda untuk Yesus melayani anda, menggantikan hukuman dosa anda dan menyediakan tempat di sorga kekal bagi anda! Lalu, layanilah sesama anda seperti Yesus melayani anda! SELAMAT MELAYANI! ^_^

Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka " Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."
Markus 9: 35



Jumat, 14 Oktober 2011

Kerendahan Hati

Kerendahan hati itu seperti pakaian dalam, anda harus memakainya, tetapi anda tidak boleh membanggakannya.

Kerendahan hati itu unik. Pada saat anda mengira anda memilikinya, ternyata ia hilang. Kerendahan hati bukanlah sesuatu yang dapat anda usahakan. Sifat ini muncul dengan cara belajar patuh. Salah satu hal tersulit bagi orang yang angkuh adalah patuh kepada orang lain. Tetapi kepatuhan itu tidaklah sulit bagi orang yang rendah hati. 

Tuhan ingin anda rendah hati. Roh yang angkuh tidak dapat menjalani kehidupan yang saleh. Anda dapat memiliki kerendahan hati kalau anda tetap patuh pada pimpinan Tuhan. Jangan berusaha memaksakan diri menentang kehendak-Nya. Jika anda memerlukan suatu gambaran kerendahan hati ingatlah KRISTUS. Dia merendahkan diri-Nya dengan meninggalkan sorga dan turun ke dunia untuk menyelamatkan anda. Kerendahan hati yang luar biasa ada dalam diri-Nya, pada saat Dia mengambil rupa manusia, padahal Dia Anak Allah karena kepatuhan-Nya pada Bapa Sorgawi. 

Ada lagi keanehan dalam kerendahan hati ini. Jika anda rendah hati dihadapan Tuhan Dia akan menghormati anda. 

"Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya, pada waktunya."
1 Petrus 5: 5- 6



Obat Luka hati

Ibrani 12:15
Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Banyak penelitian yang membuktikan  apa yang dikatakan oleh Alkitab ribuan tahun lalu:
Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang. ~ Amsal 14:30
Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. ~ Amsal 17:22
Amarah, kekesalan yang disimpan, dipendam dan ditumpuk akhirnya berubah menjadi kepahitan. Kepahitan itu pada akhirnya menjadi racun baik bagi tubuh jasmaniahnya, maupun roh dan semangatnya.
Racun ini sangat mematikan, cepat atau lambat jika kita menyimpannya maka pelan-pelan namun pasti, maut itu menggerogoti. Yesus tahu pasti betapa buruknya kepahitan itu, untuk itu Dia memberikan resep untuk mengobatinya. Obat itu bernama PENGAMPUNAN.
Pengampunan bukan hanya membebaskan orang yang kita benci dari tuntutan kita, namun juga membebaskan diri sendiri dari penjara sakit hati.
Langkah-langkah pengampunan:
  • Fokuslah pada Tuhan dan bukannya pada diri Anda sendiri.
    Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. ~ Roma 12:19
    Pembalasan bukanlah hak kita, itu adalah bagian Allah. Jika kita mengerti ini maka kita akan menyerahkan segala sesuatunya kembali pada Tuhan.
  • Memutuskan untuk mengampuni.
    Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. ~ Lukas 6:27-28
    Pengampunan bukanlah soal mau atau tidak mau, pengampunan adalah perintah dari Tuhan kita Yesus Kristus. Secara manusia kita tidak bisa mengampuni, namun jika kita minta kasih karunia Tuhan, maka Dia akan memampukan kita untuk melakukannya.
  • Berapa kali kita harus mengampuni?
    Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. ~ Matius 18: 21-22
    Manusia ingin menentukan batasan sampai berapa kali harus mengampuni, namun Yesus berkata tidak ada batasannya. Sampai berapa kalipun seseorang menyakiti kita, maka sebanyak itu kita harus terus melepaskan pengampunan. Memang mudah untuk mengatakannya, namun untuk melakukannya Anda butuh kasih karunia Allah. Untuk itu kita harus terus melekat kepada-Nya.
Jadi, Anda ingin sehat dan panjang umur di bumi ini? Miliki hati yang penuh pengampunan dan bersukacitalah setiap hari

Kamis, 13 Oktober 2011

Hidup Terlalu Berharga Untuk Diisi Dengan Kepahitan

Ketika Anda merasa tertolak atau kecewa dengan orang lain dan membiarkan rasa sakit itu masuk ke dalam hati Anda, kepahitan dan kekecewaan akan berakar. Semuanya itu akan mempengaruhi alam sadar dan alam bawah sadar Anda, serta mempengaruhi tindakan yang Anda ambil. Jika Anda hanya membiarkan nanah itu, maka nanah itu akan terus memborok dan membunuh Anda (Galatia 5:19-21).
Tapi bagaimanapun juga, semua hal tersebut dapat dibunuh dengan kasih. “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.” (Ibrani 12:14-15)  Cara untuk mencapai semua itu adalah dengan membuang segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, dan fitnah dan juga segala kejahatan (Ef 4:31)
Yesus memberikan contoh yang nyata bagi kita. Hal itu tertulis di dalam 1 Petrus 2:23 yang berbunyi, “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki, ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”
Kedengarannya memang susah, tapi hal itu dapat berdampak baik buat Anda. Alkitab dengan tegas mengatakan, “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. (Mat 6:14-15).
Banyak manfaat yang dapat Anda ambil dalam mengusir kepahitan di dalam hidup Anda. Ketika Anda melepaskan kepahitan itu, Anda akan mendapatkan damai sejahtera. Anda memberikan hati Anda hal-hal yang baik, hal itu akan membuat kesehatan Anda lebih baik. Hidup Anda pun dapat berjalan lebih baik dan bahagia. Jadi, cobalah mengejar itu semua dan buanglah segala hal yang buruk di dalam hidup Anda. Ingat akan hukum tabur tuai. Ingat juga bahwa pembalasan itu datangnya dari Tuhan saja dan ingat bahwa hidup Anda terlalu berharga untuk diisi dengan hal-hal yang jelek seperti kekecewaan ataupun kepahitan.

Selasa, 11 Oktober 2011

Pelajaran Menangis

Baca: Wahyu 21:1-7

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. —Matius 5:4

Apakah Anda pernah mengalami patah hati? Hal apa yang menyebabkannya? Kekejamankah? Kegagalankah? Ketidaksetiaankah? Kehilangankah? Mungkin Anda menyingkir ke tempat yang gelap untuk menangis.
Menangis itu baik. “Air mata adalah satusatunya yang dapat menyembuhkan ratapan,” ujar George MacDonald, seorang pengkhotbah asal Skotlandia. Sedikit tangisan bisa membawa kebaikan bagi seseorang.
Yesus menangis di kubur Lazarus (Yoh. 11:35), dan Dia menangis bersama kita (ay.33). Hati-Nya juga hancur. Air mata kita membawa kebaikan kasih Allah dan perhatian-Nya. Dia tahu ada kalanya kekhawatiran membuat kita tidak dapat terlelap di malam hari. Hati-Nya pedih ketika kita berduka. Dia adalah “Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang memberi kita penghiburan dalam segala penderitaan kita” (2 Kor. 1:3-4). Dan Dia memakai umat-Nya untuk saling memberi penghiburan.
Namun, dalam hidup ini, air mata akan terus mengalir seperti juga kebutuhan kita akan penghiburan. Penghiburan yang kita terima sekarang bukanlah jawaban akhir. Akan ada suatu hari di masa depan dimana tidak akan ada lagi kematian, tidak ada dukacita, tidak ada ratap tangis, karena semua hal itu “telah berlalu” (Why. 21:4). Di surga, Allah akan menghapus semua air mata. Allah Bapa sangat mengasihi kita sehingga Dialah yang akan menghapus air mata dari mata kita; Dia mengasihi kita secara pribadi dengan amat mendalam.
Ingat, “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Mat. 5:4).

Pikirkanlah suatu negeri tanpa duka,

Pikirkanlah suatu negeri tanpa ketakutan,
Pikirkanlah tiada lagi sakit penyakit dan kematian,
Pikirkanlah suatu negeri tanpa air mata.

Allah peduli dan turut merasakan dukacita kita.

Senin, 10 Oktober 2011

HATI YANG TERLUKA

Apakah Anda pernah terluka saat menggunakan pisau dapur? Mungkin itu luka kecil tetapi terasa sakit bukan? Namun saat seseorang bertanya “Apakah sakit?” Biasanya kita akan menjawab, “Tidak apa-apa, hanya luka kecil.” Mengakui diri kita terluka, seringkali tidaklah mudah.

Dalam Matius 18:21-35 diceritakan tetang seseorang yang tidak mau mengampuni. Karena gagal mengampuni temannya, ia akhirnya kehilangan pengampunan yang diterimanya dari sang Raja dan dijatuhi hukuman.

Seringkali mengapa seseorang sulit untuk melepaskan pengampunan berawal dari ketidak bersediaan untuk mengakui bahwa dirinya terluka. Kita menganggapnya hanya luka kecil, dan tidak mempengaruhi hati kita. Namun faktanya, kita terluka.  Akhirnya kita menjadi takut dilukai oleh orang-orang yang kita kasihi dan kita peduli.

Satu-satunya cara untuk dapat mengampuni adalah mengakui bahwa diri kita terluka. Menyadari bahwa diri kita juga butuh pengampunan dan pemulihan. Jika kita tidak pernah menyadarinya, kita akan mencekik saudara kita dan terus menuntut pembalasan.

Mengakui diri kita merasa terluka bukanlah menunjukkan bahwa diri kita lemah. Mengakui diri kita terluka menunjukkan bahwa kita membutuhkan kasih Tuhan untuk memulihkan hati kita. Ketika kita merasakan jamahan kasih Tuhan, barulah kita bisa mengalirkan pengampunan dan kasih kepada sesama kita.

Hari ini, apakah Anda terluka? Bersediakan Anda datang kepada Tuhan dan mengakuinya dengan jujur kepada Tuhan?

Mengakui bahwa Anda terluka adalah sebuah langkah awal untuk mengalami pemulihan.  

Matius 18:33

Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?

Kamis, 06 Oktober 2011

Pertolongan Istimewa

Berbahagialah karena keselamatan anda tidak bergantung pada anda, sebab anda tidak cukup baik untuk menyelamatkan diri anda sendiri.

Yang dilakukan oleh Yesus itu lebih dari sekedar memperlihatkan cara hidup yang lebih baik kepada kita. dia menghapuskan kebutuhan akan hukum-- tidak ada tolok ukur perilaku yang mengukur kita. Dengan mengorbankan nyawa-Nya bagi kita, Dia memberi kita suatu "pertolongan istimewa." Dia membuka jalan bagi kita untuk dapat memenuhi tolok ukur Allah melalui pengampunan-Nya, dan bukan melalui hasil usaha kita. Jangan terjerat dalam anggapan bahwa hukum agamawi merupakan cara untuk memuaskan Tuhan.

Jangan mengira bahwa dengan melakukan segala hal yang benar, anda akan dipandang cukup baik dihadapan Tuhan. Anda tidak mungkin bisa melakukannya, maka tidak usah mencobanya. Jangan salah dalam hal ini. Hidup dalam kebenaran berkenan kepada Tuhan, tetapi satu-satunya jalan menuju keselamatan adalah dengan menerima pengampunan yang hanya diperoleh melalui Yesus.

Gaya hidup anda harus merupakan tanggapan terhadap "Pertolongan Istimewa" dari Tuhan tersebut, bukan sebuah usaha untuk memperoleh kasih-Nya. Karena anda sudah dikasihi-Nya ketika anda masih berdosa!

"Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga." Kisah Para Rasul 15: 11

Selasa, 04 Oktober 2011

Tuhan Suka Padamu!

Tuhan suka padamu...
Kalau Dia punya dompet, pasti fotomu disimpan didalam-nya,
Kalau Dia punya kulkas, fotomu pasti disimpan di pintunya,
Dia mengirim bunga untukmu setiap musim semi dan matahari terbit setiap pagi,
Kalau kamu ingin bicara, Dia pasti mau mendengarkan.
Sebenarnya Dia bisa tinggal dimana saja di alam semesta ini, dan Dia memilih hatimu. Terima saja sobat, Dia tergila-gila padamu!
Kayak nya mungkin kamu susah sekali percaya bahwa Allah mengenal namamu.
Dia benar benar mengenal namamu (Yes45:3-4) .
Tertulis ditelapak tangan-Nya,diucapkan dengan mulut-Nya,
Dibisikkan dengan bibir-Nya, Namamu.
Hati kita tidak cukup besar untuk memuat semua berkat yang ingin Allah berikan.

Jadi, coba ini :
Kalau matahari terbit membuatmu begitu takjub sampai menahan nafas, atau bunga bunga dipadang membuatmu begitu terpesona, sampai tidak bisa berkata kata tetaplah seperti itu.
Tidak perlu mengatakan apa-apa dan dengarkan sorga berbisik, "Kau suka itu? Aku melakukannya hanya untukmu"
Kalau kita saja suka memberi hadiah hadiah untuk menunjukkan kasih sayang kita, apalagi Dia?

Bisa saja Dia biarkan bumi ini datar dan berwarna abu-abu, tapi Dia tidak begitu.
Dipercikan-Nya warna jingga pada matahari terbit,
Dan diberi-Nya warna biru pada langit.
Dan kalau kamu suka melihat sekawanan angsa yang sedang berkumpul, kamu juga pasti bisa melihatNya.

Apa Dia harus menjadikan bulu ekor musang empuk dan lembutnya?
Apa Dia harus membuat burung- burung berkicau?
Dan lucunya ayam berjalan tergopoh gopoh.
Atau dahsyatnya gelegar guntur?
Mengapa Dia memberi aroma bagi bunga?
Mengapa Dia memberi rasa pada makanan?
Mungkinkah itu semua karena Dia suka sekali melihat raut wajahmu?
Jadi berjanjilah, kamu tidak akan lupa, bahwa kamu bukan suatu kebetulan atau kejadian.. kamu adalah karunia bagi dunia. Karya seni sorgawi, tanda tangan Allah.

(Engkau menenunku didalam kandungan ibuku, Mazmur 139:13)
kamu ditenun/rajutNya, Kamu bukan produksi massal, kamu bukan hasil buatan mesin.
Kamu dirancang secara khusus, diberi karunia khusus,dan ditempatkan didunia ini dengan penuh kasih.. oleh sang Pencipta Agung.

MenurutNya kamu adalah hal terindah yang melesat turun dari puncak dalam sekejap. Menolehlah kepinggir jalan, lihat, Allah sedang bersorak sorak memberimu dukungan dalam lomba lari.
Coba lihat ke depan ke garis akhir, lihat Allah sedang bertepuk tangan memuji langkahmu.

Allah ada bagimu
Kalau Allah punya kalender,pasti tanggal ulang tahunmu sudah di lingkari.
Kalau Dia menyetir mobil, pasti namamu sudah tertulis di bemperNya,
Kalau ada pohon di sorga, pasti Dia sudah mengukir namamu dibatangnya.
Mungkin kamu tidak mau menggangu Allah dengan lukamu.
Tetapi "Dia yang memelihara kamu" (1 Petrus 5:7)

Dia menunggumu, untuk memelukmu. Dalam keberhasilan ataupun kegagalanmu.
Bapa Sorgawi sangat menyayangimu dan hanya ingin memberikan kasih-Nya kepadamu. Tanpa dibatasi oleh waktu, Allah melihat kita semua. Gelandangan & anak terlantar, semuanya.
Dia melihat kita sebelum kita dilahirkan. Dan Dia suka dengan semua yang dilihatNya.
Dengan luapan emosi, penuh kebanggaan, Sang Pencipta bintang itu menoleh ke arah kita, satu persatu dan mengatakan "Engkau anakKu, Aku sangat mengasihimu"

Selasa, 27 September 2011

CINTA UANG

Pernahkah anda melihat kuasa merusak dalam keserakahan? Persahabatan berakhir, pernikahan hancur, kejahatan dilakukan, dan manusia menjauh dari Tuhan-- karena apa? Cinta uang. Walaupun kita sadar akan potensi bahayanya, daya tariknya tetap ada.

Ingatlah bahwa uang itu netral. Uang bisa baik, bisa juga jahat. Yang menimbulkan masalah adalah cinta uang. Rasanya lucu kalau kita terpikat oleh uang. Uang tidak dapat membeli kebahagiaan dalam hidup ini. Uang tidak dapat membeli kehidupan kekal. Uang tidak pernah dapat mendekatkan anda kepada Tuhan, tetapi keterpikatan kepada uang dapat menjauhkan dari Tuhan. Pastikanlah kasih anda tertuju hanya kepada Pencipta anda, bukan pada uang.

Karena akar  kejahatan ialah cinta uang. 1 Timotius 6: 10

Selasa, 20 September 2011

Bagaimana Berbunga?

Baca: 1 Petrus 1:1-9

. . . bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus. —1 Petrus 4:13

Saya dan keluarga tinggal di suatu apartemen, sehingga “taman bunga” kami terdiri dari tanaman yang dapat tumbuh di pot-pot dalam ruangan. Untuk sekian waktu lamanya, tanaman kami tidak mau berbunga, meskipun telah disiram dan dipupuk. Ternyata, kami menyadari bahwa ketika tanahnya digemburkan dan diputarbalik, tanaman kami baru dapat berbunga. Sekarang tanaman pot kami sungguh menjadi pemandangan yang memberikan sukacita karena daunnya sehat dan bunganya bermekaran.

Terkadang, kita pun perlu sedikit “digemburkan dan diputarbalik” dalam hidup kita untuk membuat kita berbunga. Menulis kepada orang-orang percaya yang dianiaya di zamannya, Petrus berkata, “Saudara-saudara yang terkasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah” (1 Ptr. 4:12-13).

Seperti tanah dalam tanaman pot kami, hidup orang-orang Kristen itu sedang “diputarbalikkan”. Tujuan Allah melakukan hal ini adalah supaya iman mereka menghasilkan puji-pujian dan kemuliaan bagi-Nya di hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya (1:7).

Allah ingin membuang segala hal yang dapat mencekik hidup kita dan menghalangi kita memancarkan sukacita. Oleh karena itu, terkadang Dia mengizinkan penderitaan dan masalah, yakni ujian yang menolong penggemburan tanah kehidupan kita. Jika hal ini yang Anda alami saat ini, bersukacitalah. Berserahlah pada jamahan tangan-Nya dan terimalah sukacita dan buah berlimpah yang sebelumnya tidak pernah Anda bayangkan dapat dimiliki.



Membalikkan tanah dan mencabut rumput liarnya
Menolong bunga di kebun bermekaran,
Jika ingin melihat pertumbuhan dalam hidup kita

Pencobaan dan ujian akan kita alami.

Mereka yang memuliakan Allah dalam masa pencobaan akan dimuliakan Allah melalui pencobaan mereka.

SAAT TIDAK MELIHAT JAWABAN DOA

Pernahkah anda berdoa mengenai suatu situasi tertentu, seseorang, suatu kebutuhan, atau suatu impian, dan tetap belum melihat jawaban atas doa-doa anda itu? Bila doa-doa kita tidak dijawab selama bertahun-tahun, mungkin kita akan merasa ingin menyerah saja dan atau menjadi jemu.
Jemu berarti anda terluka sangat dalam, sehingga anda tidak mempunyai kekuatan, kemampuan, motivasi atau harapan lagi untuk tetap berdoa. Dan juga, bila doa-doa kita tidak dijawab, kita sering mengira Allah tidak mengasihi dan tidak mempedulikan kita lagi serta segala sesuatu yang kita pedulikan, kemudian menjadi sedih dan kecewa. Kecewa kepada Allah karena Ia tidak menjawab doa-doa kita.

Namun, jangan biarkan kita tinggal dalam kekecewaan karena hal itu akan membawa kita menjadi kehilangan pengharapan dan hidup penuh dengan iri hati, kepahitan dan kemarahan.

Karena doa bukan memberitahukan kepada Allah apa yang harus dilakukanNya. Doa adalah membagikan perasaan kita dan membuat permohonan-permohonan kita diketahui olehNya. Kemudian Ia menjawab sesuai dengan kehendak-Nya.

Jadi hal apa yang harus kita lakukan saat kita tidak melihat jawaban doa kita? Memuji dan menyembah Allah. Mengapa?

• Saat kita menyembah Allah, maka kita dimampukan untuk melihat dan menyadari bahwa Allah lebih besar dari pada doa-doa kita (masalah kita). Dan pujian akan membawa kita melepaskan kekhawatiran dan kekecewaan itu kepada Allah, iman kita dibaharui sehingga kita dapat percaya lagi.

• Pujian dan penyembahan membawa kita masuk ke hadirat Allah dan mengundang hadiratNya agar tinggal di dalam kita dan lebih dalam. Di dalam hadiratNya, kita tidak mungkin tidak diberkati.

• Tindakan menyanyikan pujian kepada Allah akan melepaskan berkat-berkatNya kepada kita dan melepaskan hidup kebangkitan-Nya mengalir di dalam kita. Inilah kuasa yang tersembunyi di balik pujian kepada Allah. Kita dapat mengubah kesedihan kita menjadi sukacita melalui nyanyian pujian, dan rantai keputus-asaan yang berat akan hancur, karena dengan menyanyi kita menunjukkan bahwa iman dan pusat perhatian kita tertuju pada kebajikan dan kuasa Allah, bukan pada keadaan kita.

• Penyembahan adalah suatu tindakan iman, di mana kita menunjukkan kepada Bapa Sorgawi bahwa meskipun kita tidak selalu melihat jawaban-jawabanNya atas doa-doa kita, kita tetap percaya bahwa rencana-rencanaNya bagi kita adalah untuk kebaikan.