Selasa, 27 September 2011

CINTA UANG

Pernahkah anda melihat kuasa merusak dalam keserakahan? Persahabatan berakhir, pernikahan hancur, kejahatan dilakukan, dan manusia menjauh dari Tuhan-- karena apa? Cinta uang. Walaupun kita sadar akan potensi bahayanya, daya tariknya tetap ada.

Ingatlah bahwa uang itu netral. Uang bisa baik, bisa juga jahat. Yang menimbulkan masalah adalah cinta uang. Rasanya lucu kalau kita terpikat oleh uang. Uang tidak dapat membeli kebahagiaan dalam hidup ini. Uang tidak dapat membeli kehidupan kekal. Uang tidak pernah dapat mendekatkan anda kepada Tuhan, tetapi keterpikatan kepada uang dapat menjauhkan dari Tuhan. Pastikanlah kasih anda tertuju hanya kepada Pencipta anda, bukan pada uang.

Karena akar  kejahatan ialah cinta uang. 1 Timotius 6: 10

Selasa, 20 September 2011

Bagaimana Berbunga?

Baca: 1 Petrus 1:1-9

. . . bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus. —1 Petrus 4:13

Saya dan keluarga tinggal di suatu apartemen, sehingga “taman bunga” kami terdiri dari tanaman yang dapat tumbuh di pot-pot dalam ruangan. Untuk sekian waktu lamanya, tanaman kami tidak mau berbunga, meskipun telah disiram dan dipupuk. Ternyata, kami menyadari bahwa ketika tanahnya digemburkan dan diputarbalik, tanaman kami baru dapat berbunga. Sekarang tanaman pot kami sungguh menjadi pemandangan yang memberikan sukacita karena daunnya sehat dan bunganya bermekaran.

Terkadang, kita pun perlu sedikit “digemburkan dan diputarbalik” dalam hidup kita untuk membuat kita berbunga. Menulis kepada orang-orang percaya yang dianiaya di zamannya, Petrus berkata, “Saudara-saudara yang terkasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah” (1 Ptr. 4:12-13).

Seperti tanah dalam tanaman pot kami, hidup orang-orang Kristen itu sedang “diputarbalikkan”. Tujuan Allah melakukan hal ini adalah supaya iman mereka menghasilkan puji-pujian dan kemuliaan bagi-Nya di hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya (1:7).

Allah ingin membuang segala hal yang dapat mencekik hidup kita dan menghalangi kita memancarkan sukacita. Oleh karena itu, terkadang Dia mengizinkan penderitaan dan masalah, yakni ujian yang menolong penggemburan tanah kehidupan kita. Jika hal ini yang Anda alami saat ini, bersukacitalah. Berserahlah pada jamahan tangan-Nya dan terimalah sukacita dan buah berlimpah yang sebelumnya tidak pernah Anda bayangkan dapat dimiliki.



Membalikkan tanah dan mencabut rumput liarnya
Menolong bunga di kebun bermekaran,
Jika ingin melihat pertumbuhan dalam hidup kita

Pencobaan dan ujian akan kita alami.

Mereka yang memuliakan Allah dalam masa pencobaan akan dimuliakan Allah melalui pencobaan mereka.

SAAT TIDAK MELIHAT JAWABAN DOA

Pernahkah anda berdoa mengenai suatu situasi tertentu, seseorang, suatu kebutuhan, atau suatu impian, dan tetap belum melihat jawaban atas doa-doa anda itu? Bila doa-doa kita tidak dijawab selama bertahun-tahun, mungkin kita akan merasa ingin menyerah saja dan atau menjadi jemu.
Jemu berarti anda terluka sangat dalam, sehingga anda tidak mempunyai kekuatan, kemampuan, motivasi atau harapan lagi untuk tetap berdoa. Dan juga, bila doa-doa kita tidak dijawab, kita sering mengira Allah tidak mengasihi dan tidak mempedulikan kita lagi serta segala sesuatu yang kita pedulikan, kemudian menjadi sedih dan kecewa. Kecewa kepada Allah karena Ia tidak menjawab doa-doa kita.

Namun, jangan biarkan kita tinggal dalam kekecewaan karena hal itu akan membawa kita menjadi kehilangan pengharapan dan hidup penuh dengan iri hati, kepahitan dan kemarahan.

Karena doa bukan memberitahukan kepada Allah apa yang harus dilakukanNya. Doa adalah membagikan perasaan kita dan membuat permohonan-permohonan kita diketahui olehNya. Kemudian Ia menjawab sesuai dengan kehendak-Nya.

Jadi hal apa yang harus kita lakukan saat kita tidak melihat jawaban doa kita? Memuji dan menyembah Allah. Mengapa?

• Saat kita menyembah Allah, maka kita dimampukan untuk melihat dan menyadari bahwa Allah lebih besar dari pada doa-doa kita (masalah kita). Dan pujian akan membawa kita melepaskan kekhawatiran dan kekecewaan itu kepada Allah, iman kita dibaharui sehingga kita dapat percaya lagi.

• Pujian dan penyembahan membawa kita masuk ke hadirat Allah dan mengundang hadiratNya agar tinggal di dalam kita dan lebih dalam. Di dalam hadiratNya, kita tidak mungkin tidak diberkati.

• Tindakan menyanyikan pujian kepada Allah akan melepaskan berkat-berkatNya kepada kita dan melepaskan hidup kebangkitan-Nya mengalir di dalam kita. Inilah kuasa yang tersembunyi di balik pujian kepada Allah. Kita dapat mengubah kesedihan kita menjadi sukacita melalui nyanyian pujian, dan rantai keputus-asaan yang berat akan hancur, karena dengan menyanyi kita menunjukkan bahwa iman dan pusat perhatian kita tertuju pada kebajikan dan kuasa Allah, bukan pada keadaan kita.

• Penyembahan adalah suatu tindakan iman, di mana kita menunjukkan kepada Bapa Sorgawi bahwa meskipun kita tidak selalu melihat jawaban-jawabanNya atas doa-doa kita, kita tetap percaya bahwa rencana-rencanaNya bagi kita adalah untuk kebaikan.