Sabtu, 22 Oktober 2011

MARAH

Kemarahan adalah kekuatan yang begitu menghancurkan. Kemarahan mengambil alih pikiran kita dengan kekuatan yang besar. Saat seperti itu, sepertinya tidak dapat dikontrol. Dan kemarahan membuat Anda seolah-olah begitu buruk dan menyebabkan hancurnya sebuah hubungan, menghancurkan keluarga, menghancurkan karir yang kita bangun, dan dapat menghancurkan iman.

Kemarahan yang terus diumbar akan merusak, kemarahan yang terus disimpan akan meledak. Tapi kemarahan yang diatasi dengan baik, akan membuahkan hasil yang baik pula. Tentunya bukan hal yang mustahil untuk mengatasi kemarahan ini. Ada banyak penyebab kemarahan, tapi umumnya disebabkan oleh sesuatu yang sudah ada di dasar hati yang tidak sesuai dengan apa yang kita mau.

Biasanya, kemarahan ini langsung kepada orang yang membuat kita marah. Tapi terkadang, kita pun marah kepada Tuhan karena kita diberikan peristiwa yang tidak mengenakkan tersebut. Sama seperti istri Ayub, dia malah mengatakan kepada Ayub untuk mengutuki Tuhan lalu menyuruh suaminya mati saja. (Ayub 2:9). Sayangnya, setelah semua energi yang kita keluarkan untuk kemarahan, kemarahan tidak dapat membuat kita bertumbuh atau membuat anak kita menjadi taat, atau memperbaiki pernikahan yang sudah retak. Bahkan, kata Alkitab, “Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” Sungguh suatu hal yang sia-sia bukan?

Cara untuk mengubah hal itu adalah dengan menyerahkan kontrol hidup Anda kepada Tuhan. Rencana ini berjalan jika Anda mulai membangun hubungan dengan Tuhan. Tidak berarti Anda tidak akan marah lagi. Anda mungkin tetap mengalami kejadian yang dapat membuat Anda marah. Namun, atasi hal itu dari hari ke hari. Ketika hati mulai panas, cobalah tinggalkan sejenak masalah itu, datang pada Tuhan, curhat ke Tuhan lalu minta kedamaian datang.
Kemarahan tidak akan membawa keuntungan apa-apa. Kemarahan yang penuh emosi tidak akan membuat Anda puas, malah kemarahan akan membakar hati Anda. Jika sesuatu itu hal yang sia-sia, tidak ada gunanya untuk dilakukan bukan? Karena itu, meski terasa sakit, tapi teruslah berusaha mengatasi rasa marah dengan melekat pada-Nya.

2 komentar:

  1. Bolohkah kita marah, apa sih makna marah jangan berbuat dosa dan jangan sampai matahari tengelam? berarti kalo marah pada malam hari berarti sampai sore ya..... (kan matarhari baru mau tengelam)

    BalasHapus
  2. boleh ...Tuhan Yesus juga marah terhadap dosa... tetapi jika amarah itu lalu tak terkendali... itu baru dosa...

    marah jangan sampai matahari tenggelam maksudnya adalah bahwa amarah jangan sampai menjadi kepahitan yang terus disimpan di dalam hati... :)

    BalasHapus