Selasa, 01 November 2011

Sacrifice

Ibrani 11:4

Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik (a more excellent sacrifice) dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

‘Pengorbanan’ adalah salah satu thema utama dalam Alkitab. Kurang lebih 1.100 kali Alkitab berbicara tentang ‘persembahan’ atau ‘pengorbanan.’ Berkorban artinya mau memberikan sesuatu yang berharga atau penting untuk melayani tujuan yang lebih besar. Ibrani 11 adalah pasal tentang iman. Dan dalam pasal iman ini maka yang dibahas pertama adalah tentang persembahan. Iman adalah pengorbanan.

Kata “kasih” muncul pertama kali dalam Alkitab adalah dalam Kejadian 22:2. Dan itu berkenaan dengan pengorbanan. Kasih adalah pengorbanan. Tidak ada kasih sejati tanpa pengorbanan! 

Kejadian 22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Abraham rela mempersembahkan apa yang dia kasihi kepada Tuhan karena dia percaya bahwa kalau Tuhan bisa membuat mujizat bagi dia di masa lalu maka Tuhan juga bisa mengulangi mujizat tsb di masa yang akan datang.

1 Tawarikh 21:24

Tetapi berkatalah raja Daud kepada Ornan: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dengan harga penuh, sebab aku tidak mau mengambil milikmu untuk TUHAN dan tidak mau mempersembahkan korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa.

Daud adalah orang yang dekat dengan hati-Nya Tuhan. Dia tahu prinsip Tuhan bawa penyembahan adalah pengorbanan. Daud beberapa kali memberikan persembahan dalam jumlah besar a.l. 100.000 talenta emas (1 Taw. 22:14) dan 3.000 talenta emas (1 Taw. 29:4). Mudah bagi Daud untuk memberikan persembahan dalam jumlah besar kepada Tuhan karena dia menyadari bahwa dia hanyalah penyalur dari berkat yang Tuhan percayakan kepadanya (1 Taw.29:16).

Abraham ditantang untuk memberi di Gunung Moria. Daud membangun rumah Tuhan di Gunung Moria. Seribu tahun kemudian puncak Gunung Moria memiliki nama yang kita kenal sebagai Calvary!

Yesus, sebagai manusia, juga bergumul waktu Dia ditantang untuk naik ke Calvary. 3 kali Dia berseru, “Seandainya mungkin biarlah cawan ini lalu daripada-Ku..” Tetapi akhirnya Yesus berkorban, Ia yang tidak berdosa mati bagi kita supaya kita bisa dibenarkan di dalam Dia. Keselamatan adalah pengorbanan. Tanpa darah Yesus yang tercurah maka tidak ada pengampunan dosa.

Ibrani 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah

Yesus pergi ke Moria, tempat visi, memiliki visi tentang orang-orang yang akan diselamatkan maka Dia rela berkorban. Kalau kita tidak hanya selalu melihat perpuluhan, persembahan, dana pembangunan kita tetapi visi tentang apa yang bisa dikerjakan lewat persembahan kita, maka kita akan melakukan perkara-perkara besar bagi Tuhan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar